Posyandu adalah suatu bentuk keterpaduan pelayanan kesehatan yang dilaksanakan di suatu wilayah kerja Puskesmas, dimana pelaksanaannya dilakukan di tiap kelurahan/RW. Kegiatannya berupa KIA, KB, P2M (Imunisasi dan Penanggulangan Diare), dan Gizi (Penimbangan Balita). Untuk sasarannya adalah ibu hamil, ibu menyusui, wanita usia subur (WUS) (Muninjaya, 2004). Posyandu diselenggarakan dari, oleh dan untuk masyarakat yang dibantu oleh petugas kesehtan setempat, dimana dalam satu unit posyandu idealnya melayani sekitar 100 balita (120 KK) yang disesuaikan dengan kemampuan petugas dan keadaan setempat yang dibuka sebulan sekali, dilaksanakan oleh kader posyandu terlatih di bidang KB, yang bertujuan mempercepat penurunan angka kematian bayi, anak balita dan angka kelahiran (Depkes, 2000).
Posyandu memiliki strata atau jenjang tersendiri, Strata posyandu menurut “ARRIF” dikelompokkan menjadi 4, yaitu :
1. Posyandu Pratama (warna merah) : belum mantap, kegiatan belum rutin, dan kader terbatas.
2. Posyandu Madya (warna kuning) : kegiatan lebih teratur dan Jumlah kader 5 orang
3. Posyandu Purnama (Warna hijau) : kegiatan sudah teratur, cakupan program/kegiatannya baik, jumlah kader 5 orang, dan mempunyai program tambahan
4. Posyandu Mandiri (warna biru) : kegiatan secara terahir dan mantap, cakupan program/kegiatan baik, dan memiliki Dana Sehat dan JPKM yang mantap.
Posyandu akan mencapai strata Posyandu Mandiri sangat tergantung kepada kemampuan, keterampilan diiringi rasa memiliki serta tanggungjawab kader PKK, LKMD sebagai pengelola dan yang terpenting masyarakat sebagai pemakai dari pendukung Posyandu.
Data yang ditemukan kebanyakan posyandu di Karangpawitan berada di strata madya. Sedangkan data mengenai kunjungan ke posyandu di Desa Karangpawitan hanya berkisar 40-60 % dari sasaran. Hal ini menunjukkan masih rendahnya minat masyarakat untuk melakukan kunjungan rutin ke posyandu. Hal ini akan dapat menjadi permasalahan ketika status kesehatan bayi atau balita menjadi tidak terkontrol lagi juga stagnansi strata posyandu di Desa Karangpawitan.
Dengan adanya posyandu sebagai ujung tombak informasi, maka permasalahan yang muncul tentang kesehatan akan cepat diketahui, terutama pada pemanfaatan meja penyuluhan karena jika terjadi gizi buruk atau masalah lain pada bayi dan balita dapat segera diatasi.
Melalui kegiatan ”PANDU (Penyuluhan Posyandu)” yang akan dilaksanakan pada setiap kegiatan posyandu diharapkan dapat menambah pengetahuan dan motivasi ibu bayi atau balita tentang pentingnya melakukan kunjungan rutin ke posyandu sehingga dengan demikian status kesehatan bayi atau balita dapat meningkat, begitupun dengan strata posyandu di Desa Karangpawitan
Rabu, 04 Agustus 2010 |
0
komentar
0 komentar:
Posting Komentar