Dusun Sindangratu

Dusun Sindangratu merupakan bagian dari Desa Karangpawitan. Nama Sindangratu diambil dari Bahasa Sunda. Sindang berarti singgah. Konon katanya, pernah ada seorang ratu yang singgah di dusun ini. Dusun Sindangratu memiliki enam RT dan dua RW. Penduduk yang tinggal di dusun tersebut berjumlah 1180 jiwa.

Batas wilayah Dusun Sindangratu adalah sebagai berikut:
Utara : WangunJaya
Selatan : Sindangkerta
Timur : Mariung Sari
Barat: Harjaresik

Sebagian besar warga Sindangratu memiliki mata pencaharian sebagai petani. Selain itu, ada juga yang memiliki mata pencaharian sebagai pedagang dan buruh konveksi. Dusun Sindangratu memiliki lahan persahawan seluas 87 hektar. Masa panen dilakukan dua kali dalam satu tahun. Setiap kali panen, dusun tersebut rata-rata menghasilkan enam kuintal padi per 100 bata. Hasil panen kebanyakan dijual di sekitar dusun dan sebagian lainnya didistribusikan ke Jakarta.

Selain padi, potensi alam yang dimiliki Sindangratu adalah pisang. Disana terdapat banyak area yang ditanami pohon pisang. Jenis pisang yang ditanam sangat bervariasi. Selama ini, pemanfaatan pohon pisang baru sebatas pada buahnya saja. Sebagian besar dijual pada agen dan sebagian lainnya diolah menjadi panganan seperti salegor dan keripik pisang.

Tahun ini, Dusun Sindangratu mulai melakukan intensifikasi lahan dengan memanfaatkan lahan kosong sebagai tambak ikan. Diharapkan pertambakan ini bisa dijadikan alternatif mata pencaharian bagi warga dusun.

Tingkat pendidikan di Dusun Sindangratu tergolong rendah. Rata-rata warganya hanya lulusan SMP. Setelah lulus, mereka kebanyakan merantau ke Jakarta untuk bekerja. Hal ini disebabkan karena tidak adanya peluang kerja serta tingkat ekonomi yang rendah. Meskipun demikian, tingkat buta hurup terbilang rendah.

Kesadaran masyarakat akan kesehatan terbilang minim. Aparat desa saat ini sedang berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat akan kesehatan dengan memberikan penyuluhan. Salah satunya dengan program posyandu yang diadakan setiap bulan.

Dusun Sindangkerta memiliki kelompok PKK, namun tidak aktif. mereka juga tidak memiliki kelompok kepemudaan seperti karang taruna.

Dari hasil pengamatan kami, sebenarnya dusun ini memiliki potensi alam yang sangat besar. Namun pemanfaatan SDA itu belum optimal dikarenakan kualitas SDM yang rendah serta kurangnya kesadaran masyarakat untuk meningkatkan taraf hidup mereka. (Naluri-Nilam-Galih)

0 komentar:

Posting Komentar